Hidup Baru dalam Kasih Kristus

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga”.   
                                                            - Matius 5: 16


Ini adalah ayat sidi yang di kukuhkan pada tanggal 13 November 2022 lalu kepada saya. Untuk sebagian orang mengatakan bahwa saya sangat terlambat, tapi bagi saya ini adalah waktu yang sangat luar biasa tepat yang telah Tuhan anugrahkan kepada saya. Dan saya yakin Tuhan tidak pernah terlambat untuk memenuhi janjiNya.

Ayat ini sangat berarti dalam hidup saya, karena ini adalah lambang hidup baru saya. Dia memberikan saya kesempatan kedua untuk memperbaharui hidup saya dari kekelaman. Bahkan ketika saya tidak bisa menerima diri saya sendiri Dia hadir dalam kasihnya. Bukan hanya hadir tetapi mau untuk memperbaharui hidup saya. Hidup baru sendiri adalah sebuah berkat yang luar biasa yang Tuhan berikan. Seperti Mentari yang bersinar, begitupun janjiNya. Tuhan selalu turut bekerja di dalam aspek hidup kita. Dia membuat hidup saya yang kelabu menjadi lebih berwarna.

Saya selalu mencoba menerapkan ayat sidi dalam kehidupan saya sebagai ungkapan rasa Syukur karna saya terlahir baru, mungkin terdengar naif. Tetapi sangat-sangat tidak mudah, banyak cibiran yang tidak mengenakan yang membuat diri saya tidak percaya diri untuk melakukan hal ini. Jatuh bangun selalu saya lewati dalam berkomitmen mengimplementasikan ayat sidi ini. Tapi ini adalah sebuah tanggung jawab besar ketika kita diberikan kesempatan dalam hidup baru dalam Kristus.

Hidup baru juga mempunyai arti untuk mempunyai tanggung jawab baru. Tanggung jawab untuk ikut memikul salib. Mengapa? Karena kita diharapkan untuk hidup semakin serupa dengan Tuhan. Hal ini mungkin dapat terlihat pada sebagian orang yang sedang mengalami pergumulan atau yang berbeban berat. Tetapi percayalah bahwa Tuhan akan memberikan kita kehidupan baru, bagi mereka yang percaya kepadaNya dan menepati janjinya untuk memenuhi setiap kehidupan kita.

Postingan populer dari blog ini

Berpengharapan ditengah Penderitaan?

Pemikiran baru yang diubahkan oleh kebenaran Tuhan Yesus

Persoalan Tentang Menyelamatkan Bumi