Postingan

Stop Comparing, Do for a Living

Secara psikologis, manusia memang cenderung untuk tidak puas dengan apa yang dimilikinya. Merasa hidup orang lain lebih berwarna. Merasa orang lain lebih berbakat dan berprestasi.  Dan bahkan hal ini dapat berujung timbulnya Impose Syndrome.   Impose Syndrome sendiri adalah kondisi psikologis yang menggambarkan pola perilaku seseorang yang sering kali meragukan atau bahkan merasa tidak pantas meraih pencapaian dan kesuksesannya sendiri. Contohnya saja minder, merasa paling amatir, merasa tidak layak. Rasa insecurity yang sangat mengganggu kehidupan kita sehari hari. Selain itu ini juga dapat membuat kita terus menerus dikelilingi oleh negative vibes . Tentu saja ini sangat menguras energi kita. Dengan selalu Comparing atau membanding bandingkan diri kita akan selalu merasa kurang, dan hilangnya rasa syukur. Selain itu tindakan kita yang reaktif dan disertai dengan negativity akan menjerumuskan kita. Tetapi Comparing juga dapat membuat kita lebih baik jika kita memandangka...

Mentalitas dan Fenomena Sosial Selama Pandemi Covid-19

  Fenomena dari selama pandemi juga tidak hanya semata-mata tentang resesi ekonomi, tingkat pengangguran yang tinggi, dan jatuhnya standar hidup. Tapi juga krisis makna kehidupan. Selain itu kita juga merasakan kurangnya semangat humanisme untuk menghadapi tantangan global, seperti darurat iklim hingga meningkatnya kemiskinan, dari terorisme dunia maya hingga sisi gelap teknologi digital. Terjadi sebuah kecemasan eksistensial. Dimana semua emosi ini adalah bagian dari hidup kita sekarang. Bahkan ruang digital telah menjadi ruang emosional. Postingan yang menjadi viral atau video yang paling banyak ditonton diliputi rasa emosi. Tidak banyak yang menyadari bahwa media sosial itu seperti bulan: memiliki sisi terang, penuh cahaya dan janji, dan kemudian, sisi gelap yang tak terduga. Platform digital sebenarnya dapat berkontribusi pada penyebaran informasi yang salah, fitnah, ujaran kebencian, perpecahan, dan kepalsuan dan kami menerima dengan antusias oleh rezim otokratis, ekstre...

How to be calm in the busy world (covid-19 edition)

Pandemi covid-19 yang berlangsung selama ini seakan memaksa kita untuk bertahan dan memberi jeda kepada kita untuk rehat dari sibuknya dunia. Pandemi ini tidak hanya memberikan kita semua pelajaran tentang dunia medis tetapi pelajaran hidup. Hal ini bukan berarti saya mendukung adanya covid-19, tetapi saya hanya mengajak anda untuk berpikir ke perspektif lain. Ditengah sibuknya dunia banyak sekali hal yang dapat kita lihat ketika kita bergerak melambat. Hal yang tidak atau kurang kita perhatikan ketika kita sibuk dengan dunia yang sangat sibuk ini.   Amor Fati (Cintailah Nasib) Amor berarti Cinta, dan Fati adalah fate atau takdir. Maksudnya mencintai Takdir. Ungkapan ini dipopulerkan oleh Frederich Nietzsche. Saya sendiri mengenal ungkapan ini melalui buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring. Hal yang dapat saya ambil dari hal ini adalah bagaimana kita mencintai apa yang terjadi pada kita. Khususnya bagaimana kita menyikapi pandemi ini dengan bijak. Mencintai apa ya...

Makna Kehadiran

Sudah setahun lebih kita dilanda pandemi covid 19.. Banyak yang dapat kita pelajari dari penyakit tersebut.. Salah satunya adalah tentang kehadiran kita dalam hidup ini..  Apakah kita sepenuhnya hadir dalam hidup kita?  Kita memang selalu hadir dalam hidup kita.. Hadir secara ragawi tetapi tidak hadir secara makna hidup...  Jadi kita hanya sekedar hidup tapi kehilangan makna hidup..  Semenjak pandemi covid 19 saya mengamati bahwa banyak orang yang mulai mencari kata hadir yang sesungguhnya.. Yang dulunya mereka hadir hanya dalam rutinitas kehidupan.. Kini hadir dalam artian hadir secara makna hidup mereka.. Mencari makna hidup yang dapat menjadikan diri bermanfaat bagi lingkungan sesama.. Dan belajar untuk peduli baik itu kepada semesta dan orang lain.. Menjadi manusia yang seutuhnya hadir baik itu secara ragawi dan makna hidup.. 

Kebersyukuran dan Inner Happiness

Internet terutama social media menjadi salah satu faktor kita menjadi insecure dengan keadaan kita.. Kita melihat "rumput tetangga lebih hijau"... Bukannya bersyukur dengan keadaan kita pada saat ini seakan kita dipakaikan "kacamata kuda" yg hanya dapat membandingkan achievement org lain dengan kita.. Di era yg kompetitif ini seakan kita dimatikan untuk tidak bermimpi... Baik itu tentang karir, pernikahan, tujuan hidup, dll.. Kita tidak pernah puas terhadap apa yang ada..  Kebersyukuran itu muncul bersamaan dengan inner happiness.. Maka pilihannya adalah melepaskan "kaca mata kuda" Kita atau tetap menggunakannya.. Dengan melepaskan nya berarti kita melepaskan diri dari belenggu ketidakbersyukuran.. Membiarkan diri untuk melihat perspektif yang lebih luas..  Banyak dari kita yang mencari happiness dan menetapkannya sebagai destiny.. Padahal happiness adalah suatu proses kita dalam menjalani suatu kehidupan.. Jadi percuma saja bila kita menjadikan kebahagiaa...

Travel Soul

Travel soul, ini julukan saya untuk menyelami diri sendiri atau introspeksi. Dengan ini kita dapat mengenali diri sendiri.  Mengenali diri atau self awareness sendiri tidak sesimple itu. Itu hal yang sangat kompleks. Mengenali sifat , kelemahan dan kelebihan, selain itu kita juga belajar untuk mencintai diri sendiri atau self love, dan lain". Dengan mengenali diri sendiri kita dapat membuat strategi untuk mengatur emosi dan mental kita sendiri.    Buat saya mengenali diri sendiri bukanlah suatu tujuan tapi merupakan suatu perjalanan. Perjalanan untuk kita tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Maka dari itu menurut saya travel soul adalah julukan yang tepat untuk hal tersebut.  Dengan melihat ke dalam diri saya pribadi mendapatkan sebuah kebahagiaan berupa kebersyukuran saya kepada semesta. Berkompetisi dengan diri sendiri, bukan untuk iri "melihat rumput tetangga yang lebih hijau". Travel soul membantu saya untuk menemukan kebahagiaan" kecil yg p...

Berbagi edukasi kopi dan empati melalui Coffee Shop (Klinik Kopi)

Gambar
Beberapa hari lalu saya pergi ke Jogja. Salah satu hal yang membuat saya ingin mengunjungi Jogja adalah untuk mengunjungi salah satu Coffee shop yang menjadi daya tarik saya sejak lama yaitu Klinik Kopi. Pada mulanya Klinik Kopi men-follow saya di instagram, mngkin itu salah satu strategi marketing dengan calon customernya. Karena saya melihat sesuatu yang "berbeda" pada coffee shop ini, maka saya memutuskan untuk men-follow back dan menobservasinya secara digital. Benar saja, ternyata coffee shop ini memiliki daya tarik sendiri. Apabila coffee shop kebanyakan hanya menjual productnya sendiri yaitu kopi dan interior coffee shop yang instagramable, klinik kopi menyajikan hal yang lebih dari itu. Klinik kopi menyajikan edukasi kopi dan empati melalui postingan perjalanan mereka dalam mencari biji kopi.  coffee bar klinik kopi Karena daya tarik yang dimiliki coffee shop ini membuat Riri Riza dan Mira Lesmana selaku sutradara dan produser film AADC 2 memasukkan cof...