Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

Makna Kehadiran

Sudah setahun lebih kita dilanda pandemi covid 19.. Banyak yang dapat kita pelajari dari penyakit tersebut.. Salah satunya adalah tentang kehadiran kita dalam hidup ini..  Apakah kita sepenuhnya hadir dalam hidup kita?  Kita memang selalu hadir dalam hidup kita.. Hadir secara ragawi tetapi tidak hadir secara makna hidup...  Jadi kita hanya sekedar hidup tapi kehilangan makna hidup..  Semenjak pandemi covid 19 saya mengamati bahwa banyak orang yang mulai mencari kata hadir yang sesungguhnya.. Yang dulunya mereka hadir hanya dalam rutinitas kehidupan.. Kini hadir dalam artian hadir secara makna hidup mereka.. Mencari makna hidup yang dapat menjadikan diri bermanfaat bagi lingkungan sesama.. Dan belajar untuk peduli baik itu kepada semesta dan orang lain.. Menjadi manusia yang seutuhnya hadir baik itu secara ragawi dan makna hidup.. 

Kebersyukuran dan Inner Happiness

Internet terutama social media menjadi salah satu faktor kita menjadi insecure dengan keadaan kita.. Kita melihat "rumput tetangga lebih hijau"... Bukannya bersyukur dengan keadaan kita pada saat ini seakan kita dipakaikan "kacamata kuda" yg hanya dapat membandingkan achievement org lain dengan kita.. Di era yg kompetitif ini seakan kita dimatikan untuk tidak bermimpi... Baik itu tentang karir, pernikahan, tujuan hidup, dll.. Kita tidak pernah puas terhadap apa yang ada..  Kebersyukuran itu muncul bersamaan dengan inner happiness.. Maka pilihannya adalah melepaskan "kaca mata kuda" Kita atau tetap menggunakannya.. Dengan melepaskan nya berarti kita melepaskan diri dari belenggu ketidakbersyukuran.. Membiarkan diri untuk melihat perspektif yang lebih luas..  Banyak dari kita yang mencari happiness dan menetapkannya sebagai destiny.. Padahal happiness adalah suatu proses kita dalam menjalani suatu kehidupan.. Jadi percuma saja bila kita menjadikan kebahagiaa...